Start Your Business Journey

Halo Genkz,
Kenalin nih teman kita Luna dan Tito. Mereka ini kreatif dan aktif kaya kamu. Mereka gabung di sebuah komunitas kreatif ketika masih sama-sama kuliah. Luna ini anak Ilmu Komunikasi, sedangkan Tito baru aja lulus dari Teknik Industri tahun lalu. Mereka berdua ceritanya sama-sama pengen ngerintis usaha.

Luna:
Luna kepikiran membangun bisnis karena ia ngeliat peluang pada produk-produk home and living yang sering dia temuin di media sosial dan di toko-toko pas lagi travelling. Dia beruntung karena dapet modal dari orang tua. Luna ngerencanain untuk menekuni peluang itu jadi ide bisnis. Luna juga pengen menjadikan bisnis sebagai karir di masa depan.

Tito:
Tito adalah seorang karyawan perusahaan swasta nasional. Dia pengen merintis bisnis buat penghasilan tambahan. Tito melihat peluang penghasilan dari hobinya bikin produk-produk DIY kaya dompet, strap kamera dan jam tangan, juga produk sederhana berbahan kulit lainnya. Karena bisnis yang mau dia bangun berbasis hobi, Tito enggak nyiapin modal yang gede. Karena itu, dia lebih nyaman pakai sistem pre-order.

Mereka berdua sadar kalo mereka membangun bisnis tanpa knowledge bisnis, baik itu dari pendidikan formal ataupun informal. Makanya, bareng komunitasnya, mereka gabung dengan mainbrand biar dapet pengetahuan dan pengalaman serta bisa sharing bareng temen-temen muda lainnya. Di mainbrand, Luna dan Tito mendapat banyak pelajaran seputar bisnis, brand, entrepreneurship, dan marketing .

Bareng-bareng temen sekomunitasnya, Luna dan Tito berproses di mainbrand mematangkan ide bisnis mereka. Mereka jadi ngerti gimana mengkonsep dan mem-planning sebuah bisnis.

Gimana tuh ngonsep dan mem-planning bisnis? Topik ini dijelasin menggunakan “MATRIKS SEGITIGA BISNIS”. Matriks ini berisi hal-hal yang dikelola dalam bisnis nih, kaya: operasional, manajemen dan komunikasi.

Karena disampaikan dengan analogi-analogi sederhana, materi yang lumayan “berat” jadi berasa ringan. Luna dan Tito jadi manggut-manggut paham. Mereka dapet pencerahan.

Luna dan Tito udah ngerti nih tentang 3 unsur utama membangun bisnis. Nah mereka berdua juga jadi ngerti kalo membangun bisnis itu artinya sama juga dengan membangun brand. Kalo kaya gitu, bisnis yang dibangun dapat jadi bisnis yang sustainable.

Memang, brand itu bukan cuma logo sama tagline. Tapi enggak serumit itu kalau udah ngerti unsur dasarnya. Ada yang namanya D.N.A: Distinction, Novelty, Attribute. Distinction itu tentang nemuin unsur pembeda yang punya added value dari produk/layanan bisnismu dibanding bisnis-bisnis lain yang serupa. Novelty itu maksudnya nemuin unsur kebaruan buat ngejaga relevansi bisnis. Attribute artinya daya bisnis untuk mewujudkan diri.

Ketiga unsur dasar inilah yang dikembangin jadi brand model. Apa itu brand model? Sebuah rancangan brand yang jadi dasar kita menghidupkan sebuah bisnis. Cakupannya ada: framing bisnis, moodboard, sampai brand structure dari bisnismu.

Bagian ini adalah bagian yang paling disukai Luna dan Tito. Di sini, mereka dan teman komunitas banyak bereksplorasi.

Semua yang disusun tadi, diimplementasiin dalam wujud komunikasi pemasaran yang lebih sistematis dan terarah. Luna dan Tito asik bikin gambar, milih warna, nyari nama brand, dan nentuin culture bisnisnya. Semua unsur itu yang disebut dengan brand touchpoints, karakteristik yang nempel di produk/layanan sebuah bisnis.

Touchpoints ini coverage-nya lumayan luas: yang nunjukkin identitas bisnis itu sendiri, di channel mana aja orang bisa nemuin bisnismu, dan kebiasaan apa yang paling “aku banget” agar terbangun engagement yang kuat dengan konsumen.

Genkz, masih inget kan, kalo Luna cukup beruntung karena dapet modal dari ortu dan Tito cari modal dengan menyisihkan penghasilan kerjanya di perusahaan swasta nasional?

Nah, di bagian finance management ini, Luna dan Tito belajar istilah-istilah penting seputar keuangan bisnis dan cara dasar gimana ngelola keuangan bisnis. Dari gimana ngehitung modal, nyusun budgeting dan forecasting, netapin harga produk/layanan, sampai ngelaksanain pencatatan dan ngeliat rasio keuangan buat ngerti keuangan bisnisnya udah sehat apa belum.

Belajar concepting and planning? Udah. Bangun brand dan aktivasinya dalam branding? Bungkus. Terus, ngulik pengelolaan keuangan bisnis juga khatam. Now, what?

Luna dan Tito siap eksekusi! Artinya, udah ready banget nih to bring out the business to the market!

On this wrap-up topic, Luna dan Tito dibekalin untuk make sure rangkaian proses produksi, ngecek marketplace, mastiin lingkaran target market, nargetin sales, proses monev, dan planning inovasi ,Genkz. Biar bisnis mereka tetap progresif.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s