Hangout #1: Membongkar Alasan Membangun Bisnis

Sabtu (8/9/2018) lalu, mainbrand dan Tekoff Coffee and Tea mengadakan Hangout #1 yang merupakan kelanjutan PilotTalk yang pada bulan sebelumnya. Catatan tentang PilotTalk bisa dibaca di sini. Hangout #1 ini adalah kelas tatap muka dari mainbrand serial class, sebelumnya diselenggarakan bridging class via Whatsapp Group. Partisipan Hangout #1 ini adalah partisipan PiloTalk yang mendaftar mainbrand serial class. Walaupun tidak semua partisipan hadir karena ada yang berhalangan, Hangout #1 kali ini tetap seru dengan 15 partisipan.

Sesi diskusi Hangout #1 ini dimulai pukul 10.00 WIB. Proses diskusi sangat seru dan menyenangkan karena ditemani sama Sultan, peer facilitator yang banyak memberikan pandangan baru berdasarkan pengalaman sebagai ketika mendirikan sebuah digital start-up. Para partisipan juga sharing tentang pengalaman masing-masing yang beragam dan pastinya kendalanya beda-beda.

Salinan IMG_0020    Salinan IMG_0195

Tema yang diangkat untuk Hangout #1 kali ini adalah Plan Your (Own) Business. Diskusi kami awali dengan pertanyaan-pertanyaan ini nih: “Apa sih alasan partisipan kepikiran untuk memulai atau melanjutkan bisnisnya sampai hari ini?”; “Apa sih yang bedain bisnisku dengan bisnis yang lain?”; dan pertanyaan lainnya. Ternyata, banyak dari teman-teman partisipan yang merasa “kepentok” pada satu perspektif berpikir. Ujungnya ke pertanyaan lagi: “Sebenarnya yang kita jalankan itu, bisnis atau dagang? Lalu apa bedanya? Dan kalau masih dagang kenapa? kalau sudah bisnis juga kenapa?”

Diskusi kami meluas. Akhirnya kami sampai pada anggapan bersama bahwa dagang “hanya” berhenti pada persoalan transaksi yang menghasilkan uang. Tentang produk (barang/jasa) apa yang ditawarkan tidak terlalu menjadi masalah karena trends selalu menawarkan produk-produk baru, kita tinggal mengikuti. Nah, dari persepsi  ini nih letak perbedaan bisnis usaha dengan bisnis. Teman-teman sepakat bahwa bisnis harus punya core, story, dan definisi. Karena itulah, bisnis perlu punya brand sejak awal berdirinya. Produk relatif sama dan stabil sejak awal berdiri sampai sekian tahun berikutnya. Pun ada ekspansi dan ekstensi bisnis, inti dari bisnis itu sendiri, yaitu sebagai pemberi solusi dari persoalan sekitar, akan tetap sama.

IMG_0057 - Copy    Salinan IMG_0072

Di tengah diskusi, muncul curhatan teman-teman partisipan tentang kendala bisnis masing-masing. Salah satunya dari Adam, lini bisnisnya ada di social entrepreneurship yang memulai usahanya dengan melihat peluang inovasi produk baru dari stagen. Ada cerita lain yang menarik dari Maya yang menekuni bisnis skincare brand-brand tertentu yang berangkat dari pengalamannya sendiri yang kesulitan menemukan

produk skincare paling cocok untuk dirinya dan akhirnya membuka jasa titip. Keduanya berujung pada satu hal: stick to the business purpose: modal, tim, dan customer care. Nah, kendala-kendala itulah dianggap sering jadi penghalang mereka dalam menyusun business plan yang matang.

Sadar kalau perencanaan bisnis itu penting, teman-teman partisipan akhirnya bareng-bareng menentukan dan merangkum lima must-have items yang ada di business plan masing-masing.

Opportunity

Teman-teman partisipan percaya nih kalau bisnis mereka tercipta dari sebuah peluang. Bisnis jastip Maya ada karena kebutuhan pasarnya tentang produk dengan honest review. Sementara ide bisnis Sultan berangkat dari rasa empati yang men-trigger solusi terhadap permasalahan yang terjadi saat bisnisnya ada.

Product Knowledge

Menguasai produk yang ditawarkan itu penting karena itu yang akan dikomunikasikan ke target market. Teman-teman partisipan mengakui nih kalau belum memiliki catatan dokumen soal produk dan jasa yang mereka tawarkan.

Key Market Circle

Ini temuan yang paling seru. Awalnya, kami mengira ini hanya segmentasi market. Ternyata lebih dari itu, key market circle sekarang dipetakan bukan lagi dari skala ekonomi, melainkan skala kebutuhan. Temuan yang mengubah cara pandang juga nih tentang penetrasi pasar melalui media sosial.

Business Operation

Output dari poin ini adalah business process. Mulai dari added value dari produk bisnis teman-teman partisipan sampai ke tim dengan pembagian peran yang jelas. Ada juga Sultan, yang menjalankan bisnis dengan partner bisnis, sehingga pendelegasian kerja pun juga penting. Ada Indras, yang mendefinisikan proses bisnisnya yang dijalankan solo alias single fighter.

The Go-To Market Strategy

Empat poin sudah ditemukan, selanjutnya teman-teman concern di strategi komunikasi bisnisnya nih. Poin yang penting dalam business plan selanjutnya adalah branding strategy; gimana brand Adam, Sultan, Indras, Maya dan teman-teman lain berkomunikasi sama market.

Kelima hal itulah yang disepakati bersama oleh teman-teman partisipan sebagai kesimpulan Hangout #1 kemarin. Semua berharap agar bisa menuliskan business plan sehingga punya catatan tertulis yang akan jadi landasan bisnisnya di masa depan. Mimpinya, kalau kelak teman-teman partisipan akan “mewariskan” bisnisnya ke pihak lain sudah siap dengan perencanaan. Selanjutnya teman-teman akan melanjutkan diskusi soal brand development di Hangout #2 yang pastinya merupakan turunan dari business plan. Sampai ketemu dan tetap semangat, teman-teman!

WhatsApp Image 2018-09-14 at 17.52.17

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s